August 13, 2022

Sejarah Bologna

Bologna

3dcgstore.com – Sejarah Bologna. Berikut adalah artikel tentang Sejarah Bologna.
Profil

Nama lengkap : Bologna Football Club 1909 S.p.A.

Nama Panggilan: Rossoblù (Merah-Biru);

Felsinei;

Petronia;

Veltri

Didirikan : 1909 (Bologna FC)

1993 (Bologna FC 1909)

Stadion: Stadion Renato Dall’Ara,

Bologna, Italia

(Kapasitas: 38.279)

Presiden: Albano Guaraldi

Pelatih kepala : Stefano Pioli

Liga : Serie A

Posisi 2012–13: 13, Serie A

Sejarah

Bologna Football Club 1909 adalah sebuah klub sepak bola Italia. Klub ini bermarkas di kota Bologna, Emilia-Romagna. Bologna F.C 1909 dibentuk pada tahun 1909 dan masih eksis sampai sekarang. Klub ini dijuluki rossobl karena kostum utama mereka bergaris merah dan biru. Hingga saat ini, Bologna F.C telah memenangkan Serie A Italia sebanyak 7 kali dan menjadi runner-up sebanyak 7 kali. Klub ini merupakan salah satu dari 6 klub tersukses di Liga Italia. Saat ini, Bologna F.C. bermarkas di stadion Renato Dall’Ara yang berkapasitas 38 ribu penonton. Bologna Football Club dibentuk oleh seorang pemain orkestra dari Austria, yaitu Emilio Arnstein. Emilio Arnstein sangat tertarik dengan sepak bola sejak ia kuliah di Universitas Wina dan Praha. Sebelumnya, ia dan kakaknya pernah membentuk klub sepak bola di Austria yaitu Black Star F.C.

As Roma. Bologna F.C didirikan pada tanggal 3 Oktober 1909, di sebuah kota di Italia utara, yaitu kota Bologna. Setelah resmi berdiri, Carlo Sandoni menjadi sponsor dan General Manager, Louis Rauch (seorang Swiss) menjadi presiden, Guido Della Valle (seorang bangsawan) menjadi wakil presiden, Enrico Penaglia menjadi sekretaris, Sergio Lampronti menjadi kasir, dan Emilio Arnstein dan Leone Vicenzi menjadi ditunjuk sebagai anggota dewan Bologna F.C. Mereka semua diduga mengadopsi kostum kebanggaan Crystal Palace F.C (klub asal Inggris) yakni strip merah dan biru, untuk digunakan sebagai kostum utama Bologna F.C.

Pada tanggal 20 Maret 1910, Bologna F.C memainkan pertandingan pertamanya melawan Virtus (klub amatir di Kota Bologna) dengan mengenakan kaus putih. Bologna F.C memenangkan pertandingan 9-1. Pemain Bologna F.C yang bermain pada pertandingan tersebut adalah: Koch, Chiara, Pessarelli, Bragaglia, Guido Della Valle, Donati, Rauch, Bernabeu, Mezzano dan Gradi.

Bologna Tahun 1912
Awal musim resmi mereka dihabiskan di Liga Regional dengan Arrigo Gradi sebagai kapten tim. Bologna F.C memenangkan kompetisi dan berhak promosi ke Liga yang disebut Grup Veneto-Emiliano. Mereka memenangkan 4 musim di liga dan tidak pernah di bawah kelima di masing-masing liga tersebut. Bologna F.C kemudian berhak promosi ke Northern League (Liga Italia) sebelum akhirnya semua liga sepak bola ditunda saat perang dunia pertama.

Setelah perang dunia pertama berakhir, Bologna F.C menjadi lebih sukses. Mereka masuk semifinal kompetisi sepak bola Liga Italia (saat itu disebut Italia Utara) pada musim 1919-1920. Musim berikutnya, mereka sedikit lebih baik. Bologna F.C berhasil mencapai final kompetisi sebelum akhirnya dikalahkan oleh Pro-Vercelli dengan skor 2-1. Lagi-lagi Bologna F.C menjadi runner-up pada musim 1923-1924, saat itu mereka dikalahkan oleh Genoa CFC yang akhirnya menjadi juara pada musim tersebut.

Setelah gagal selama lima musim berturut-turut, Bologna F.C akhirnya menjuarai Liga Italia untuk pertama kalinya pada musim 1924-1925, dengan mengalahkan Genoa CFC. Setelah beberapa musim, Bologna F.C kembali menjadi juara Liga Italia untuk kedua kalinya, tepatnya pada musim 1928-1929. Di musim itu, Bologna F.C membuat sejarah, mereka memenangkan trofi Liga Italia (dengan sistem lama) untuk terakhir kalinya. Musim 1928-1929 merupakan musim terakhir Liga Italia menggunakan sistem lama. Sebelum perang dunia kedua dimulai, Bologna F.C memenangkan Liga Italia sebanyak 4 kali, yaitu pada musim 1935-1936, 1936-1937, 1938-1939, dan 1940-1941.

Setelah perang dunia kedua berakhir, klub itu kurang berhasil. Sepanjang tahun 1950-an hingga 1960-an, Bologna F.C hanya menempati peringkat 4, 5, dan 6 di akhir musim kompetisi, hingga akhirnya berhasil kembali menjadi juara Liga Italia pada musim 1963-1964. Hingga saat ini, musim itu adalah musim terakhir mereka menjuarai Liga Italia. Pada 1970-an mereka memenangkan Piala Italia dua kali. Ketika Bologna F.C memenangkan Piala Italia untuk kedua kalinya, mereka mengalahkan Palermo. Pertandingan berakhir dengan skor 1-1, sebelum akhirnya Bologna F.C memenangkan adu penalti dengan skor 4-3.

Pada musim 1981-1982, Bologna F.C terdegradasi dari Serie A ke Serie B bersama Cagliari dan Genoa. Pada musim 1983-1984, Bologna F.C kembali terdegradasi ke Serie C1. Di musim berikutnya mereka akhirnya menjuarai Serie C1 dan berhak promosi ke Serie B. Mereka kembali ke Serie A pada musim 1988-1989, setelah berkutat di Serie B selama 4 tahun.

Ternyata tidak bisa bertahan, pada tahun 1991 Bologna F.C terdegradasi dari Serie A dan kembali terdegradasi ke Serie C1 pada tahun 1993. Klub kembali ke Serie A pada musim 1996. Dua tahun kemudian mereka berhasil masuk ke Piala UEFA setelah memenangkan Piala. Intertoto. Pada musim 2004-2005, Bologna F.C kembali terdegradasi ke Serie B setelah kalah dari Parma di babak Play-off.

Meski kehilangan beberapa pemain kunci, Bologna F.C diharapkan bisa bermain bagus di Serie B musim 2005-2006. Namun, terlepas dari ambisi itu, Bologna F.C bermain buruk di awal musim, yang menyebabkan pemecatan Renzo Ulivieri sebagai pelatih dan akhirnya digantikan oleh mantan bek Inter Milan Andrea Mandorlini.

Saat itu, Giuseppe Gazzoni Frascara selaku pemilik Bologna F.C. menjual timnya ke Alfredo Cazzola, seorang pengusaha lokal. Pada tanggal 5 Maret 2006, Mandorlini akhirnya dipecat karena tidak mampu memberikan hasil yang memuaskan bagi para pendukung Bologna F.C. Renzo Ulivieri diangkat kembali sebagai pelatih, setelah dipecat beberapa bulan sebelumnya. Bologna F.C mengakhiri musim Serie B 2005-2006 di posisi ke-8. Pada musim berikutnya, pada 14 April 2007, Ulivieri kembali dipecat karena adu mulut dengan pemilik klub, Alfredo Cazzola. Luca Cecconi (mantan asisten Ulivieri) ditunjuk sebagai caretaker klub ini. Di akhir musim, Bologna F.C menduduki peringkat ke-7.

Pada musim 2007-2008, Bologna F.C yang diasuh oleh Daniele Arrigone berhasil otomatis promosi (tanpa play-off) ke Serie A, setelah di penghujung musim mereka berada di posisi kedua. Pada musim panas 2008, presiden klub, Cazzola, bermaksud menjual klubnya ke Konsorsium Amerika Serikat, yang akhirnya dibatalkan karena perselisihan antara petinggi klub. Bologna F.C akhirnya dijual ke grup lokal yang dipimpin oleh Francesca Menarini. Menarini menjadi presiden klub wanita kedua di pentas Serie A.

Serie A 2008-2009, dimulai dengan penampilan impresif dari Bologna F.C. Di stadion San Siro, mereka mengalahkan AC Milan dengan skor 2-1. Namun di pertengahan musim, Bologna F.C bermain sangat buruk. Mereka kalah 8 dari 9 pertandingan. Akhirnya, pelatih Daniele Arrigoni dipecat setelah kekalahan memalukan 5-1 dari Cagliari. Setelah itu, Siniša Mihajlovi ditunjuk sebagai bos baru Rossoblu. Pada 14 April 2009, Giuseppe Papadopulo ditunjuk sebagai pelatih baru dan sukses membela Bologna F.C di pentas Serie A. Pada musim 2009-2010, Bologna F.C telah berlaga di Liga Italia Serie A sebanyak 75 kali. Situs Resmi Bologna FC.