August 13, 2022

Sejarah Stoke City

4 min read
Stoke City

3dcgstore.com – Sejarah Stoke City. Berikut adalah artikel tentang Sejarah Stoke City.
Pertandingan pertama mereka yang terdokumentasi adalah pada tahun 1868 melawan EW Mary XV di lapangan Victoria Cricket Club. Henry Almond, pendiri klub yang juga berposisi sebagai kapten, kebetulan juga menjadi pencetak gol pertama klub dalam sejarah. Pada tahun 1875, mereka memindahkan markas ke halaman dekat Sweetings Field karena meningkatnya jumlah penonton. Pada tahun 1878, klub bergabung dengan Stoke Victoria Cricket Club dan nama klub disederhanakan menjadi Stoke Football Club. Mereka juga pindah lagi dari Sweetings Field ke rumah baru mereka, lapangan Athletic Club, yang kemudian dikenal sebagai stadion Victoria Ground. Saat itu mereka juga memiliki kaos merah putih yang bertahan hingga saat ini. 15 tahun kemudian, pada Agustus 1885, Stoke berubah status menjadi klub sepak bola profesional.

Watford FC dan PSM Makassar. Stoke adalah salah satu dari 12 klub pendiri Football League pada tahun 1888. Dalam 2 musim dominan pertama, 1888-1889 dan 1889-1890, mereka hanya menempati posisi terbawah liga. Ketika Perang Dunia I berkecamuk, liga tidak diizinkan selama 4 tahun, Stoke mengisi waktu mereka dengan berpartisipasi di liga Primer dan Sekunder Lancashire. Stoke menjadi pemilik markas mereka sendiri, Victoria Ground, pada tahun 1919. Pada tahun yang sama kapasitas Victoria Ground diperluas dengan pembangunan stand Butler Street, yang menghasilkan total kapasitas stadion menjadi 50.000 penonton. Pada tahun 1925, pemerintah kota Stoke-on-Trent mengakui klub sebagai klub pujian kota, dan oleh karena itu klub berubah nama menjadi Stoke City Football Club.

See also  Sejarah Watford FC dan Sejarah PSM Makassar

Stanley Matthews Pada awal 30-an, saat itulah Stanley Mathews bermain. Pemain yang berposisi sebagai winger ini berkembang di Stoke dan menjadi anggota tim nasional Inggris. Dia menjadi pemain Stoke dan Inggris yang legendaris; salah satu pemain terbaik pada masanya. Prestasi Stoke sendiri baru muncul pada tahun 1934 ketika dianggap sebagai salah satu klub papan atas liga. Pada tahun yang sama Stoke menciptakan rekor kemenangan terbesar mereka, 10-3, atas West Bromwich. Rekor Stoke untuk penonton terbanyak adalah 51.373 orang pada tahun 1937 dalam pertandingan melawan Arsenal.

PASCA PD II (1946-1953)

Perang Dunia memaksa kompetisi liga untuk berhenti selama 6 tahun. Musim dimulai pada tahun 1946-1947, ketika Stoke hampir saja memenangkan liga andai saja mereka bisa menang di pertandingan terakhir. Sayangnya, Stoke kalah 1-2 dari Sheffield United dan gelar liga jatuh ke tangan Liverpool. Dalam ekspresi dominan itulah Stanley Matthews pindah ke Blackpool ketika liga memiliki 3 pertandingan tersisa. Musim 1952-1953, Stoke terdegradasi ke divisi 2 dan manajernya, Bob McGory, mengundurkan diri setelah 17 tahun mengabdi.

ERA TONY WADDINGTON (1960-1977)

Tony Waddington diangkat sebagai manajer klub pada Juni 1960 setelah sebelumnya menjabat sebagai asisten manajer klub. Waddington membuat keputusan penting dengan memanggil kembali Stanley Matthews untuk bermain di Stoke setelah 14 tahun meninggalkan klub. Usia Mathews sendiri saat itu sudah mencapai 46 tahun! Kembalinya Mathews sangat kuat dalam kemajuan klub untuk mencapai tempat ke-8 pada musim 1961-1962. Setahun kemudian, ekspresi dominan 1962 1963, Stoke juara divisi 2 sekaligus promosi ke divisi satu. Stanley Matthews usia 50 Pada musim 1963-1964, Stoke tampil baik di divisi satu dan bisa duduk di tengah klasemen. Peran Matthews saat itu begitu penting sehingga mereka bisa lolos ke final Piala Liga meski kalah dari Leicester City. Pada tahun 1965, Stanley Mathews yang berusia 50 tahun dianugerahi penghargaan ‘Knighthood’ dari Kerajaan Inggris atas jasanya terhadap sepak bola. Penghargaan tersebut diberikan sebelum penampilannya yang ke-701, yang juga merupakan penampilan terakhirnya untuk klub.

See also  Sejarah Bayern munich dan Sejarah Napoli

Gordon Banks, juara Piala Dunia 1966 Inggris, bergabung dengan Stoke City dengan harga £52.000 dari Leicester City. Dikenal sebagai penjaga gawang terbaik di dunia pada saat itu, tugas Banks terbukti sangat penting dalam menjaga performa klub tetap stabil di divisi utama. Stoke kemudian merebut gelar penting pertamanya, Piala Liga, pada 4 Maret 1972. Di final Wembley di hadapan 97.852 penonton, mereka berhasil menumbangkan tim favorit juara, Chelsea, dengan skor 2-1.

Pada Januari 1976, stadion Victoria Ground terbakar di salah satu tribunnya, dengan biaya perbaikan sebesar £250.000. Harus mengeluarkan uang yang begitu besar membuat klub kehabisan dana. Bintang seperti Alan Hudson, Mike Pejic dan Jimmy Greenhoff dijual dengan total £440.000. Dengan keadaan tim yang compang-camping, Stoke tidak bisa lagi menghindari degradasi dalam bentuk dominan 1976-1977. Waddington akhirnya meninggalkan klub setelah 17 tahun mengabdi.

See also  Sejarah As Roma

PERIODE 1977-1997

Stoke baru bisa promosi ke divisi satu lagi pada musim dominan 1978-1979 di bawah manajer Alan Durban. Stoke kemudian bertahan di divisi pertama hingga musim dominan 1984-1985, di mana mereka terdegradasi setelah hanya menang 3 kali di liga dan mengumpulkan 17 poin. Setelah itu Stoke terus merosot dan benar-benar hanya menjadi klub divisi bawah Inggris.

Britannia Stadium dan Iceland Group Arrival Musim 1997-1998, Stoke pindah ke markas baru mereka, The Brittania Stadium, setelah 119 tahun memimpin Victoria Ground. Stadion Brittania memiliki 2 sudut yang tertutup dengan tribun sudut dan 2 yang terbuka. Di luar stadion adalah monumen untuk Stanley Mathews, pemain terbesar Stoke dalam sejarah.

Pada tahun 1999, 66,6% saham di Stoke City dibeli oleh konsorsium Islandia seharga £6,6 juta. Gary Megson yang saat itu mengelola klub harus hengkang karena pemilik baru klub akan menunjuk Gudjon Thordarson sebagai manajer baru Stoke City. Thordarson kemudian ikut andil membawa Stoke promosi ke divisi 2 pada musim dominan 2000-2001, namun tidak lama setelah konfirmasi promosi, Thordarson dipecat oleh ketua Stoke, Gunnar Gislason, dan digantikan oleh Steve Cotterill.