August 13, 2022

Sejarah Watford FC dan Sejarah PSM Makassar

4 min read
Watford FC

3dcgstore.com – Sejarah Sejarah Watford FC dan Sejarah PSM Makassar. Berikut adalah artikel tentang Sejarah Watford FC dan Sejarah PSM Makassar.

Sejarah Watford FC

Nama panggilan

Watford Football Club adalah sebuah klub sepak bola yang berbasis di Watford, Hertfordshire, Inggris. Klub ini memiliki julukan si lebah.

Sejarah Singkat

Pada tahun 1881, Henry Groverand membentuk klub bernama Rovers yang menjadi cikal bakal Watford FC. Kompetisi pertama mereka adalah musim Piala FA 1886/87. pada tahun 1889, di Piala County mereka memenangkan gelar klub pertama mereka. Pada tahun 1890 tim menjadi bagian dari West Hertfordshire Sports Club dan berubah lagi menjadi West Hertfordshire pada tahun 1893. Nama Watford Football Club mulai digunakan pada tahun 1898 ketika Watford St. Mary’s bergabung dengan West Hertfordshire. Pada tahun 1903 Watford dipromosikan ke Liga Selatan dan segera pada musim 1914/15 mereka memenangkan gelar Liga Selatan. Pada tahun 1977 Watford meraih gelar Divisi IV, pada musim 1978/79 mereka promosi ke Divisi II dan musim 1981/82. untuk pertama kalinya mereka dipromosikan ke Divisi Pertama.

Leicester City. Musim 1982/83 mereka membuat awal musim yang mengejutkan dengan empat kemenangan liga dari lima pertandingan pembukaan mereka, dan pada akhir kompetisi mereka berhasil finis kedua di belakang Liverpool, memastikan kualifikasi Piala UEFA untuk musim berikutnya. Watford mengalami penurunan selama satu dekade antara tahun 1987 dan 1997, sebelum Taylor kembali sebagai manajer sementara dan membawa Watford promosi berturut-turut dari Divisi II secara bergantian ke Liga Premier pada tahun 1999-2000 tetapi sayangnya mereka harus terdegradasi lagi sebelum akhirnya bermain lagi di Liga Inggris. kasta teratas di musim 2006/07 dan lagi-lagi mereka harus terdegradasi di musim berikutnya. Klub tersebut kembali ke Premier League sejak musim 2015/16 hingga sekarang. Watford saat ini dimiliki oleh keluarga Pozzo, yang juga memiliki Udinese Calcio di Italia dan sebelumnya Granada CF di Spanyol.

See also  Sejarah As Roma

Stadion

Watford FC bermarkas di Vicarage Road yang merupakan stadion berkapasitas 23.700 kursi setelah penambahan stand Sir Elton John pada tahun 2014.

Sejarah PSM Makassar

Sejarah PSM Makassar Sejarah PSM Makassar dimulai pada tanggal 2 November 1915 yang dideklarasikan sebagai berdirinya asosiasi sepak bola bernama Makassar Voetbal Bond (MVB) yang kemudian tercatat sebagai cikal bakal Persatuan Sepak Bola Makassar (PSM). Dalam perjalanan prestasinya, MVB menampilkan pemuda-pemuda dari jajaran elite sepak bola Hindia Belanda seperti Sagi dan Sangkala sebagai pemain handal sekaligus promotor yang disegani oleh Belanda. Saat itu, sekitar tahun 1926-1940, MVB pernah bermain dengan beberapa tim dari dalam dan luar negeri, antara lain dari Jawa, seperti Quick, Excelcior, HBS, sejumlah klub dari Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Sedangkan dari luar negeri tim dari Hongkong dan Australia.

Pada usia 25 tahun, kegiatan MVB mulai surut seiring dengan kedatangan pasukan Jepang di Makassar. Orang Belanda yang tergabung dalam MVB ditangkap. Pemain pribumi dijadikan Romusa, dan ada pula yang dikirim ke Burman (kini Myanmar). MVB praktis lumpuh total, begitu pula klub-klub sepak bola di Indonesia. Di Makassar, saat itu segala sesuatu yang berbau Belanda sama sekali dihilangkan. Di sisi lain, untuk mencari dukungan dari penduduk, Jepang mengizinkan orang untuk menggunakan nama Indonesia. Dan MVB berubah menjadi Persatuan Sepak Bola Makassar (PSM).

See also  Sejarah Stoke City

Ketika Indonesia lepas dari penjajahan. PSM melakukan reorganisasi dan reformasi di bawah kepemimpinan Achmad Saggaf yang terpilih sebagai Ketua PSM. Meski sederhana, roda kompetisi PSM mulai bergulir dengan baik dan teratur. Udara kemerdekaan juga memberikan nafas baru bagi PSM. Pada tahun 1950, PSM mulai melakukan ekspansi ke pulau Jawa untuk menjalin hubungan dengan PSSI. Bintang PSM juga muncul. Dan yang paling fenomenal adalah Ramang. Bahkan, kehebatan Ramang yang menjadi ikon PSM masih menjadi legenda dan tercatat indah dalam sejarah persepakbolaan nasional. Juga semangat dan semangat Ramang yang masih ada dan hidup di tubuh PSM dan membuat tim ini dijuluki Pasukan Ramang.

PSM memenangkan serikat untuk pertama kalinya pada tahun 1957 dengan mengalahkan PSMS Medan di final yang diadakan di Medan. Sejak saat itu, PSM dijuluki sebagai kekuatan baru sepak bola Indonesia. PSM menjelma menjadi tim elit. Sebanyak lima kali gelar union diraih tim yang lebih sering disebut Juku Eja atau Ikan Merah, julukan yang diberikan berdasarkan warna kostum yang mereka kenakan. PSM meraih juara serikat pada tahun 1959, 1965, 1966, dan 1992.

Ketika tim serikat pekerja digabung dengan tim galatama menjadi Liga Indonesia sejak tahun 1994, PSM selalu berada di peringkat teratas hingga saat ini. Setiap musim, PSM selalu diperhitungkan dan menjadi salah satu tim dengan prestasi paling stabil di Liga Indonesia. Namun klub ini baru sekali meraih gelar juara yaitu Liga Indonesia tahun 2000, dan sisanya sebanyak empat kali menjadi tim peringkat dua Liga Indonesia tahun 1995/1996, 2001, 2003 dan 2004.

See also  Sejarah Leicester City

Saat menjadi juara Liga Indonesia, PSM mencatatkan prestasi impresif dengan hanya menelan 2 kekalahan dari total 31 pertandingan. Saat itu, PSM mengumpulkan pilar-pilar timnas seperti Hendro Kartiko, Bima Sakti, Aji Santotal Tosa, Miro Baldo Bento, Kurniawan yang dipadukan dengan pemain asli Makassar seperti Ronny Ririn, Syamsudin Batola, Yusrifar Djafar, dan Rachman Usman, plus Carlos de Mello, dan Joseph Lewono. PSM mendominasi pentas Liga Indonesia dengan memenangkan Wilayah Timur, dan di babak 8 besar memenangkan Grup Timur. Di babak semifinal, PSM mematahkan perlawanan Persija Jakarta, sebelum mengatasi perlawanan gigih Pupuk Kaltim di final yang berakhir 3-2.

Salah satu hal yang menjadi ciri khas PSM sehingga selalu menjadi tim papan atas adalah permainan keras dan cepat yang ditunjukkan oleh para pemainnya, dipadukan dengan teknik tinggi. Tak hanya itu, para pemain PSM juga dikenal tangguh dan tidak cengeng dalam kondisi lapangan apapun. PSM juga didukung dengan regenerasi yang berkesinambungan dan menghasilkan pemain-pemain andalan di timnas. Tak hanya itu, kiprah para pemain di lapangan juga didukung oleh deretan pengusaha asal Sulsel yang bergiliran mengurus kepengurusan PSM.